Oleh: Melvin Simanjuntak | Agustus 24, 2009

IMAN DAN DOGMA GEREJA HKBP

IMAN DAN DOGMA GEREJA HKBP

Oleh : Pdt.Melvin M.Simanjuntak, MSi

  1. 1. SEJARAH DOGMA DAN POKOK IMAN

Tahun 1320 Paus Bonifacius VII mengeluarkan diktum yang disebut “bulla” (encyclic letter) “Unam Sanctam”. Bulla tersebut mengambil dasar Alkitab dari Lukas 22:38 bahwa Paus memegang 2 pedang, artinya dalam institusi Paus terdapat 2 kekuasaan, yakni kuasa rohani sebagai representasi dari Kerajaan Allah atau dapat dikatakan sebagai wakil Allah (bdg.Rom.13), dan kuasa duniawi yang berada di atas kuasa para raja dan kaisar dunia. Dengan bulla tersebut Paus mengambil alih berbagai pajak langsung dari rakyat tanpa melalui raja/kaisar. Akibatnya muncul kritik tajam dari Dante de Florenca dari Italia, John Wycliff dari Inggris, dan Johannes Hus dari Ceko yang membuka kebobrokan dan kemerosotan akhlak dan moral dari Paus. Gereja sudah menjadi ajaang perebutan harta dunia dan mencari kekayaan. Akibatnya kepemimpinan Paus bergejolak hingga terjadi 2 Paus pada tahun 1415. Ingat misi penjajahan bangsa Eropa (Inggris, Portugal, Spanyol, Belanda) ke wilayah Asia termasuk ke Indonesia berdasarkan Gold (emas), Gospel (Injil), dan Glory (kemuliaan/kemenangan koloni) memperjelas persoalan tersebut. Dogma gereja tentang keselamatan tidak sinergi seperti dogma Katolik, melainkan hanya berdasarkan iman yang dianugerahkan cuma-cuma, yang tertulis dalam Alkitab. Gereja hasil reformasi juga tidak memegang suksesi rasuli (successio apostolica) yang terdapat dalaam Matius 16:18-19 bukan berarti langsung Paus menjadi perwakilan atau perwalian dari Petrus, melainkan pengakuan iman rasul Petrus tersebut (baca Mat.16;16) menjadi dasar berdirinya dan kesinambungan persekutuan di dalam gereja. Sebab dalam Sidang Gereja perdana di Kisah Para Rasul bab 15 telah membuktikan bahwa posisi jabatan “rasul” sederajat sebagai rasul Kristus, Ubi Christus ibi ecclesia (dimana ada Kristus, disitu hadir gereja) bukan “Ubi papae ibi ecclesia et ubi ecclesia ibi Christus (di mana ada Paus, di situ ada gereja, dan dimana ada gereja maka di situ hadir Kristus).

Perkembangan berikutnya bulla tersebut berubah tidak hanya mengutip pajak melainkan telah menjadi jalan untuk pengampunan dosa melalui selembar surat yang dikeluarkan Paus. Surat pengampunan dosa yang bernama “indulgensia” tersebut makin memperparah keadaan pelayanan gereja saat itu dan mendorong terjadinya REFORMASI. Pada tanggal 31 Oktober 1517 di pintu gereja Wittenberg DR.Martin Luther mengeluarkan pernyataan dengan 95 dalil untuk mereformasi gereja. Salah satu dalil adalah menolak ajaran bahwa tindakan manusia dapat memperoleh kesucian dan keselamatan asalkan tunduk pada aturan gereja, tunduk pada Paus. Luther menolak usaha manusia memperoleh keselamatan dan dinyatakan sebagai penyelewengan terhadap ajaran Alkitab, yang menyatakan “sola fide” (hanya oleh iman saja),”sola gratia” (cuma anugerah Allah semata diberikan gratis), “sola scriptura” (semuanya tertulis dan jadi pijakan Alkitab). Dengan demikian menurut REFORMATOR terdapat 2 jenis iman Kristen yang hakiki. Pertama Fide Informis, yakni proses pengimanan yang masih belum terbentuk dan belum matang, masih dalam taraf pengetahuan saja, sekadar informasi saja. Kedua Fide Formata yakni semua tindakan umat haruslah berdasarkan dan bersumber pada iman,bukan perbuatan menjadi sumber iman. Karena itu Luther tidak setuju dengan adanya puasa, berziarah, dan pengkusukan doa-doa hingga menangis. Pernyataan Luther tersebut makin dipertegas dalam Konfesi Augsburg pasal 7 dinyatakan bahwa Gereja sebagai perwujudan dari Kerajaan Allah yang kelihatan dari Kerajaan Allah yang tidak kelihatan menjadi benar jika gereja menjadi persekutuan orang beriman (imamat am orang percaya, 1 Petrus 2:9) yang mengajarkan Injil/Kabar Baik dengan murni dan melaksanakan sakramen suci (baptisan kudus dan perjamuan kudus). Konfesi Augsburg pasal 28 juga menyebut bahwa aturan peraturan, tata gereja, dan siasat gereja merupakan alat penatalayanan untuk memelihara disiplin dan ketertiban jemaat.

  1. 2. DOGMA DAN KORIDOR IMAN DI HKBP

Di gereja HKBP terdapat pokok-pokok yang menjadi rujukan atau acuan iman bagi semua warga HKBP, yakni Konfesi HKBP. Konfesi HKBP saat ini dibuat di tahun 1951 dan di tahun 1996. Konfesi HKBP tahun 1951 telah mendapat pengakuan dari Dewan Gereja Lutheran Se-Dunia (Lutheran World Federation, LWF) sehingga HKBP diakui dan diterima menjadi anggota gereja Lutheran tersebut. Konfesi HKBP tahun 1951 memuat perspektif pedoman iman yang mencakup tentang TUHAN, dosa, keselamatan, gereja dan pelayanannya, pemerintahan, kepercayaan, kematian, malaikat, perbuatan baik, makanan dan hari minggu. Konfesi HKBP thn 1996 mencakup seluruh konfesi thn 1951 ditambah beberapa bagian yang baru, yakni pandangan iman terhadap manusia, masyarakat, dan kebudayaan, serta lingkungan hidup. Penjelasan lebih rinci akan diberikan pada pertemuan berikutnya.

Dalam tata gereja HKBP di dalam Aturan dan Peraturan HKBP tahun 2002 yang telah disahkan dalam Sinode Godang untuk berlaku mulai tahun 2004 pada Aturan Bab IV tentang Pengakuan pasal 4 disebutkan “Pengakuan iman HKBP adalah lanjutan dari pengakuan-pengakuan iman yang sudah ada sebelumnya,seperti Apostolicum,Niceanum, dan Atanasianum”. Sedang dalam konfesi HKBP tahun 1996 dijelaskan tentang tata gereja sebagai berikut,”Gereja harus mempunyai tata gereja yang berdasarkan Firman Allah, karena tata gereja itu adalah satu alat untuk mengatur, memberikan ketenangan dan memelihara gereja. Dan dengan tata gereja itulah gereja dibantu agar tetap berdiri di atas dasar yang satu itu, yaitu Yesus Kristus. Tata gereja itu perlu diperbaharui sesuai dengan perubahan jaman (1 Kor.3:11;14:33; 1 Petr.2:4-6)”. Dengan ajaran ini maka HKBP menekankan perlunya memberlakukan penggembalaan dan hukum siasat gereja (Ruhut Parmahanion dohot Paminsangion, RPP), namun tata gereja tidak sama dengan Firman Tuhan melainkan tata gereja berdasarkan terang Firman Tuhan. Dengan demikian Aturan dan Peraturan HKBP 2002, Pengakuan Iman HKBP, dan RPP adalah satu kesatuan dan saling melengkapi serta saling terkait.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: